bebas ceritACerita bebas
kumpulan esai-esaiku

Sosial-Ekonomi perayaan Idul Fitri di negeri ini.

(adobted from the Jakarta Post 29-09-2008)

Pemerintah dalam hal ini Kementrian Transmigrasi mengatakan bahwa selama beberapa minggu sebelum lebaran diperkirakan telah terjadi arus pengiriman uang oleh para pekerja Indonesia di luar negeri khususnya di Singapura, Hongkong dan Timur Tengah sebesar 4 triliun rupiah (sekitar 428 miliar dollar Amerika) kepada orang tua dan saudara-saudara mereka di tanah air.

Jumlah ini lebih besar dibanding periode yang sama di tahun kemarin dan jelas-jelas telah menyumbangkan pendapatan perkapita negara sebesar USD. 1,600 terutama pada saat menjelang Idul Fitri Rabu besok.

Libur panjang Idul Fitri bagaimanapun juga akan sedikit banyak mempengaruhi peredaran uang di Indonesia terutama juga karena bank-bank akan tutup mulai Selasa (30-09-2008) hingga Jumat (03-10-2008) dimana kebanyakan orang membutuhkan uang koin dan cash dalam pecahan kecil.

Idul Fitri adalah saat dimana jutaan orang di daerah urban (perkotaan) akan kembali melakukan perjalanan panjang ke daerah-daerah asal mereka untuk merayakan berakhirnya puasa dan perayaan Idul Fitri bersama orang tua, sanak famili, keluarga dan teman-teman mereka. Momen ini sekaligus menandai pemudik Muslim yang merupakan mayoritas di Indonesia untuk menunjukkan keberhasilan dan kemakmuran yang mereka raih di kota.

Secara ekonomi, hal ini juga telah menyeimbangkan kondisi kemakmuran yang selama ini timpang karena uang dan kemakmuran lebih banyak beredar di perkotaan. Libur panjang Idul Fitri telah menjadi sarana redistribusi pendapatan ke daerah-daerah rural (pedesaan) yang terutama dihuni oleh mayoritas masyarakat miskin negeri ini.

Secara sosial-budaya, bagi para pemudik, momen ini sekaligus juga sebagai upaya untuk menata kembali silahturahmi dengan sanak saudara mereka di daerah yang barangkali selama ini terputus atau tak terpikirkan sama sekali karena kesibukan pekerjaan selam setahun ini.

Bagi orang-orang tertentu yang tidak terlibat langsung dengan momentum mudik ini barangkali akan sangat sulit untuk memahami mengapa orang harus melakukan perjalanan panjang yang melelahkan, tidak nyaman, dan mungkin menyakitkan hanya untuk menghabiskan waktu libur beberapa hari di tempat asal mereka.

Namun lebih dari itu libur panjang Idul Fitri selama bertahun-tahun telah menjadi saat yang ditunggu oleh jutaan Muslim pemudik di negeri ini dan dengan itu tak ada lagi rasa lelah, sakit atau tidak nyaman menjalaninya. Silahturahmi dan keinginan berbagi kemakmuran telah mengalahkan semua itu.

Bagi daerah-daerah urban (perkotaan) surplus ekonomi justru dinikmati pada minggu-minggu menjelang berakhirnya puasa dimana hampir semua department sore, supermarket dan pengusaha consumer goods mengalami kenaikan penjualan hampir 55% dibanding periode pra-idul fitri.

Barangkali hal-hal seperti diatas, hanya mungkin terjadi di negeri ini, Indonesia karena secara kultural tidak ditemukan di negara-negara lain bahkan di Malaysia yang mayoritas penduduknya juga Muslim.

Belum Ada Tanggapan to “Sosial-Ekonomi perayaan Idul Fitri di negeri ini.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: