bebas ceritACerita bebas
kumpulan esai-esaiku

BURNED ALIVE: A Victim of the Law of Man

burned-alive11

Buku ini semestinya merupakan kesaksian yang luar biasa, sebuah kisah nyata tragis yang tidak pernah sedikitpun terpikirkan bahwa masih ada keberanian yang dahsyat dan ketahanan hidup yang mengagumkan dari seorang perempuan di sebuah desa di Tepi Barat Palestina dimana praktik kekejaman terhadap perempuan masih berlanjut hingga hari ini.

Seperti diringkaskan di cover belakang, pada usianya yang menginjak tujuh belas, Souad mengalami jatuh cinta. Di desanya seperti halnya dibanyak wilayah lain di Palestina, hubungan seksual sebelum perkawinan dipandang sebagai pelanggaran berat atas kehormatan keluarga, pelanggaran yang pada akhirnya akan berujung pada hukuman mati. Maka ditunjuklah kakak iparnya – Hussein –untuk melakukan eksekusi. Maka pada suatu pagi, Hussein pun perlahan-lahan mendekati Souad, menyiramkan bensin ke tubuhnya dan membakarnya hidup-hidup. Di mata seluruh desa, Hussein adalah seorang pahlawan.

Namun sangat menakjubkan bahwa Souad masih tetap hidup meskipun harus menderita luka bakar yang sangat mngerikan. Ia diselamatkan oleh beberapa perempuan desanya. Dan mukjizat atas dirinya masih berlanjut, Souad ditolong oleh seorang perempuan pekerja sosial asal Eropa yang memungkinkannya mendapatkan perawatan dan perlindungan. Kini Souad dengan luar biasa telah memutuskan untuk menceritakan kisahnya dan menelanjangi kekejaman berbagai tindakan pembunuhan yang mengatas-namakan kehormatan yang selama ini terjadi di desanya. Suatu praktik kekejian yang masih berlanjut hingga detik ini.

Buku ini bermaksud juga untuk mempertegar panggilan untuk mendobrak tabu kebisuan yang membentengi praktik-praktik yang sangat brutal yang sama sekali tidak mengindahkan nasib kaum perempuan.

Souad hingga kini menetap di Eropa bersama ketiga anaknya dan namanya tetap dirahasiakan.

Satu Tanggapan to “BURNED ALIVE: A Victim of the Law of Man”

  1. ternyata dibelehan dunia lain masih ada praktik beginian
    dengan mengatasnamakan kehormatan keluarga, nilai kebenaran akan dimarginalkan demi suatu kehormatan yang tak jelas untuk siapa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: